UKM Tari Sanggita Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Sanggita Paramitha selama lima hari, mulai Selasa (1/7/2025) hingga Sabtu (5/7/2025), bertempat di Gedung Guru, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan seni tari tradisional bagi siswa-siswi sekolah dasar sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang dikemas melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ibu Ratih Asmarani, M.Pd., selaku Pembina UKM Tari Sanggita. Hadir dalam pembukaan Ibu Wulandari, S.Pd., selaku Ketua K3S Kecamatan Gudo, serta guru-guru pendamping dari enam lembaga SD.
Dalam sambutannya, Ketua UKM Tari, Alfia Rahma Dewi, memperkenalkan tiga tingkatan materi tari yang diajarkan selama pelatihan, yakni “Kupu-Kupu” untuk tingkat dasar, “Gambang Suling” untuk tingkat menengah, dan “Tanjung Gemirang” untuk tingkat lanjut.
Selama empat hari pelatihan, siswa mengikuti pembelajaran secara intensif mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Mahasiswa UKM Tari menjadi pelatih sekaligus pendamping dalam proses belajar tari yang interaktif dan penuh semangat. Materi difokuskan pada pemahaman teknik dasar gerak, ekspresi tubuh, serta penghayatan nilai budaya dalam setiap tarian.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (5/7/2025), melalui pentas seni sebagai bentuk apresiasi atas proses pembelajaran peserta. Acara penutupan dihadiri kembali oleh Ibu Ratih Asmarani serta Bapak Zainul Arifin, S.Pd., M.Pd., selaku Pendamping Satuan Pendidikan Kecamatan Gudo. Dari pihak kampus, hadir pula Ketua Umum DPM Unhasy, Zaid Tsabit A.B., dan Sekretaris Jenderal, Tsaqif Fiqhan Muhammad, yang turut memberi semangat dan apresiasi kepada seluruh peserta.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pelestarian budaya seperti ini. Anak-anak bukan hanya belajar menari, tetapi juga belajar mencintai warisan budaya sejak dini. Semoga tahun depan kegiatan ini bisa kembali diselenggarakan dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan jangkauan yang lebih luas,” ujar Ibu Wulandari, S.Pd., Ketua K3S Kecamatan Gudo.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, harapan pelestarian budaya, serta komitmen UKM Tari untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai agen seni dan pengabdian.
Editor : Alba